9947
Mon, 09-12-2019

2182
Thu, 02-10-2014

7015
Thu, 23-10-2014

9358
Mon, 09-12-2019

TRIBUN855 cs_tribun855 +62 813-7054-2428 2ADB4A5F/2BF9BD19
Selamat datang di official website Tribun855
NEWS

Real Madrid Di Ambang Bencana?


Estadio Santiago Bernabeu di ibu kota mendung, Real Madrid dalam tekanan berat setelah hasil kurang menyenangkan di awal La Liga Spanyol 2014/15.

Senyuman loyalis Blancos menyambut kedatangan Keylor Navas, Toni Kroos dan James Rodriguez langsung tersapu oleh hengkangnya Angel D Maria dan Xabi Alonso. Bagaimana tidak, dua pemain yang hijrah ke Manchester United dan Bayern Munich tersebut adalah pilar kesuksesan tim mengangkat trofi Copa del Rey dan Liga Champions beberapa bulan lalu.

Seperti musim sebelumnya pada episode penjualan Mesut Ozil ke Arsenal, keraguan langsung menyeruak tetapi yang terjadi sekarang ini dalam gelombang yang lebih besar dan rasa pahit makin mendalam karena Ozil begitu gemilang saat mengawali petualangan bersama Arsenal.


Tahun ini tidak jauh berbeda, Angel Di Maria gemilang bersama Manchester United begitu juga dengan Xabi Alonso di Jerman. Fans El Real merana, dua bintang yang dahulu begitu mereka puja sekarang cemerlang dengan kostum yang berbeda. Tetapi apakah memang tidak ada sisi positif yang bisa diambil dari stok skuat Ancelotti musim ini?

Dari sembilan poin kemungkinan pasukan Los Vikingos hanya sanggup mengamankan tiga angka berkat kemenangan dari Cordoba namun mereka terkapar di tangan Real Sociedad di Anoeta 4-2 dan yang terkini kekalahan memalukan di markas sendiri dari Atletico Madrid dengan skor 2-1.

Gelombang nada pesimistis kembali menghampiri Bernabeu dan untuk membuat situasi lebih dramatis sejumlah fans meneriakkan tuntutan mundur presiden Florentino Perez di pertandingan derby Madrid.

Kita kembali lagi ke akhir kompetisi 2013/14, berapa banyak loyalis Blancos yang masih merasa kehilangan Mesut Ozil dan menyanjung namanya ketika tim kesayangan mereka mengangkat trofi Liga Champions sekaligus mengakhiri ambisi La Decima? Langkah yang disebut keliru itu tak lagi disinggung, semua larut dalam euforia kegembiraan dan semua ini tercipta karena satu nama di balik layar, Carlo Ancelotti.

Musim lalu pelatih Italia sanggup menemukan keseimbangan tim. Ciri khas serangan balik yang selama ini melekat pada Los Merengues di bawah polesan Jose Mourinho dalam hitungan beberapa bulan bisa digerus. Madrid sanggup tampil cantik sekaligus kokoh saat bertahan.


Proses transisi dari bertahan ke menyeranga atau sebaliknya yang begitu mulus dijalankan Alonso dan Di Maria sekarang berada di tangan Kroos dan Rodriguez. Berbicara terbuka, rasanya terlalu kejam jika menyebut performa dua bintang anyar Madrid berada di bawah rata-rata karena akan lebih tepat, mereka masih butuh adaptasi dengan gaya dan rekan baru.

Bagaimana mungkin menyebut Kroos tidak sanggup memainkan peran ketika akurasi umpannya di tiga laga liga El Real bertahan di angka minimal 90 persen? Pasal juga berlaku untuk performa Rodriguez yang tidak pernah mendapat angka di bawah tujuh dalam rating performa lansiran whoscored.